Memoar di bawah hujan

Malam itu hujan turun dengan derasnya,Gunturpun sesekali bergemuruh. Saat itu aku masih duduk di bangku kelas IV sebuah sekolah dasar. Aku berjalan ke belakang rumah, ku lihat ibu sedang pontang-panting sendirian memenuhi tong-tong besar dan jerigen-jerigen dengan air hujan yang mengalir dari sebuah pipa besar dari atap sekolah menengah di belakang rumahku.

Hujan makin  deras, seketika aku teringat bapakku yang sedang kondangan di rumah tetangga. Rumahku ada di RT I sedangkan rumah tempat kondangan ada di RT IV dan bapak tidak bawa payung. Aku bilang ke ibu kalau aku mau mengantarkan payung ke bapak. Setelah pikir-pikir akhirnya ibu membolehkan karena yang bisa diandalkan saat itu hanya aku. Aku bilang ke ibu kalau aku mau hujan-hujanan kesana, ibu memerahiku tapi aku langsung pergi.

Tanpa alas kaki aku berlari menerjang derasnya hujan sambil membawa payung besar untuk bapak. Aku tak peduli dengan dingin dan jalanan yang remang-remang, aku berlari dengan semangat. Aku merasa bebas, aku seperti penguasa, aku seperti bisa terbang dan menerjang apa saja, aku merasakan sensasi yang luar bisa dari suatu rasa bebas yang entah bagaimana aku bisa jelaskan. Tak ada rasa takut sama sekali dan tentu saja aku sangat bahagia.

Setelah sampai di tempat kondangan ternyata kondangannya sudah selesai tapi orang-orang tidak bisa pulang karena hujan deras. Aku mnecari bapak dan setelah ketemu aku berikan payungnya. Aku enggak ikut bapak pake payung, aku lebih memilih pulang dengan berhujan-hujanan. Baru saja aku melangkah mau pulang, seseorang memanggilku ternyata dia pak guruku, dia menyuruhku mengembilkan payng di rumahnya di RT II, aku langsung berlari mengambilnya. Setelah ku berikan payungnya, seseorang memanggilku lagi, dan menyurihku mengembilkan payungnya di rumahnya, untung saat itu aku masih kecil jadi aku menurut saja tanpa mengomel atau minta imbalan.

Pengalaman berlarian di tengah derasnya hujan saat malam hari begitu menyenangkan dan takkanpernah ku lupakan. Sensasi dari sebuah kebebasan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s