_#Budaya&Mitos Dukohkidul-Ngasem-Bojonegoro…#_

selama 1 bulan saya KKN di desa Dukohkidul kec. Ngasen kab. Bojonegoro. banyak banget hal yang kami dapatkan, sebagian adalah histori2 yang ada di desa ini… (let’s check it out !!)
Adat Istiadat dan Mitos Masyarakat.
Dukohkidul merupakan bagian dari rangkaian masyarakat Jawa yang terkenal dengan Adat istiadat dan Mitos-mitos yang hinggga saat ini masih dipegang teguh dan dipercayai. Bahkan masyarakat Jawa menganggap hal tersebut bisa digunakan sebagai pegangan untuk mengetahui Progres hidup di masa-masa yang akan datang.
Dalam masyarakat desa Dukohkidul, adat istiadat tersebut sedikit banyak sudah mulai Luntur seiring dengan kemajuan zaman. Kepercayaan generasi muda akan hal itu sudah mulai pudar. Di antara Adat Istiadat di Desa Dukohkidul adalah sebagai berikut:
1. Sedekah Bumi
Sedekah Bumi merupakan adat istiadat yang di lakukan masyarakat Dukohkidul setelah memetik hasil Panennya. Sebagai ucapan rasa syukur masyarakat Dukohkidul, mereka memberikan sebagai dari hasil panennya dan memberi makanan untuk dibawa ke makam sesepuh yang di pimpin oleh seorang Modin. Makanan yang dibawa ke Makam, sebagian ada yang di tinggalkan di Makam dan ada sebagian juga yang di bawa pulang.
Masyarakat telah mempercayai ritual ini, namun dengan seiring perkembangan zaman, ritual tersebut hanya dilaksanakan oleh sebagian masyarakat yang masih mau meneruskan adat desa Dukohkidul. Sebagian masyarakat juga ada yang mempunyai cara tersendiri deengan hasil panennya yaitu syukuran dengan kerabatnya-kerabatnya saja.(foto sedekah bumi)
2. Jum’at Pahing.
Jum’at pahing merupakan adat istiadat yang dilakukan oleh masyarakat Desa dukohkidul yang biasanya dilakukan dengan berziarah ke Makan wali bagi yang mampu, dan bagi yang tidak mampu biasanya berziarah ke Makan sesepuh atau makam kerabat-kerabatnya.
Tujuan diadakannya jum’at pahing adalah supaya masyarakat akan selalu mengingat akan datangnya kematian, sehingga masyarakat mendo’akan sesepuh dan para wali dengan berziarah ke Makam-makam.
3. Megengan.
Megengan merupakan adat istiadat yang di lakukan oleh masyarakat Desa Dukohkidul sebelum melaksanakan ibadah puasa pada bulan ramadhan. Tujuannya adalah untuk meminta keselamatan kepada Allah SWT, agar dalam menjalankan ibadah puasa di beri kekuatan dan kesehatan.
Megengan ini dilakukan setiap warga secara bersama-sama, dengan membawa hidangan ke masjid atau ke musholla. Hidangan megengan tersebut akan dimakan bersama setelah mereka berdo’a dengan dipimpin sesepuh desa.
Hidangan yang di sajikan dalam acara megengan, biasanya berupa nasi dan lauk yang tiap warga biasanya berbeda-beda jenis lauknya. Selain nasi, ada juga kue apem dan jajanan pasar kue apem merupakan hidanganwajib bagi masyarakat saat adanya megengan. Sedangkan jajanan pasar yang lain hanya sebagai pelengkap saja. Megengan ini juga berfungsi sebagai media kirim do’a kepada sesepuh maupun kerabat-kerabat yang telah pulang ke Rahmatullah.(foto megengan)
Adapun mitos-mitos yang ada di Desa Dukuhkidul adalah makam- makam yang dikeramatkan, di antaranya adalah:
1. Makam Mbah Lonojoyo.
Menurut sejarah yang kami dapatkan dari bapak Modin Sahid(52) dan beberapa orang yang kami temui di warung, Mbah Lonojoyo merupakan pejuang Islam pada zamannya. Beliau juga dipercaya sebagai pendiri Desa Dukuhkidol. Semasa hidup beliau termasuk orang yang di segani baik secara Pengetahuan maupun Spiritual.
Menurut mitos yang berkembang dimasyarakat, orang bisa mendapatkan benda pusaka (keris, emas, dll) dari Mbah Lonojoyo, dengan menjalankan beberapa persyaratan yang tidak mudah yaitu dengan menjalankan puasa beserta amalan-amalan lain selama 40 hari.
Puasa tersebut didak seperti puasa ramadhan yang dilaksanakan umat Islam, puasa yang di laksanakan selama 40 hari itu, di bagi menjadi tujuh hari, selama tujuh hari puasa, untuk sahur dan buka hari pertama hanya di bolehkan makan 7 genggaman tangan,hari kedua sebanyak 6 genggaman, hari ketiga sebanyak 5 genggaman sampai seterusnya sampai hari ketuju sahur sebanyak 1 genggaman tanpa buka dan pada malam harinya tidak boleh tidur dan harus berada di luar ruangan sampai sahur hari pertama minggu ke dua begitu seterusnya sampai genap 40 hari.
Pada malam ke empat puluh, orang yang menjalankan ritual tersebut mendatangi area makam dengan harapan mendapatkan benda pusaka yang di inginkan, sayangnya tidak semua orang yang merasa telah menjalankan persyaratan, mendapatkan benda pusaka yang biasanya jadi pohon itu, hal tersebut mungkin di karenakan tidak sempurnanya amalan-amalan yang telah di lakukan.
Namun dikarenakan kekuatan ghoib yang ada pada benda pusaka tersebut yang konon mampu melindungi serta membantu si pemilik dalam menjalani kehidupan di dunia. Ada saja orang yang rela menjalankan ritual berat tersebut , walaupun presentasinya tidak sebaik yang dulu, bukan karena tidak lagi percaya namun karena orang –orang sekarang banyak yang tidak kuat pusaka, begitu kata Pak Modin.
Disamping mistis tentang makam-makam di atas terdapat mitos lain yaitu ada ular besar yang menjaga makam Mbah Lunojoyo dan menurut sumber yang sama ada beberapa orang yang pernah melihat ular besar itu ketika ziarah ke makam.( makam mbah lunojoyo)
2. Makam Mbah Trunojoyo.
Mbah Trunojoyo merupakan pejuang Islam yang sangat disegani pada masanya, secara geografis, makam beliau terletak di luar Desa Dukohkidul. namun menurut kepercayaannya, makam tersebut biasanya memberi pertanda ketika akan terjadi sesuatu yang negatif seperti bencana di Desa Dukohkidul. Dengan ditandai berupa gesernya pada batu nisan makam Mbah Trunojoyo. Batu nisan yang biasanya ada disebelah utara dan selatan bisa bergeser 180.
(makam mbah trunojoyo)

6 Comments Add yours

  1. Athourrohman mengatakan:

    Terimakasih sudah berkunjung ke Desa kami, Dukohkidul. Ngomong2 pernah berkunjung ke Wasilatul Huda ndak waktu KKN dulu?
    http://www.miwasilatulhuda.sch.idhttp://www.wasilatulhuda.blogspot.com

    1. neiysha mengatakan:

      iya sama2…maaf waktu KKN saya ada kegiatan untuk anak2 SMP..mungkin teman2 yg lain sempat ke MI Wasilatul Huda..

      1. dukoh kidul mengatakan:

        Tahun Ini kita KKN disisini KKN PAR 2014

  2. fitria nur mengatakan:

    gmana critae lagi ya???? soale ak mau d desa ini…

  3. Hanif mengatakan:

    Sewaktu KKN di Dukohkidul apa ada salah satu saluran radio di sana?

    1. Annyz mengatakan:

      maaf sepertinya saya belum mendapati adanya saluran radio di desa tersebut, mungkin di tetangga kecamatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s