Sebuah Pelajaran dari Sebatang Gardenia

Gambar

Gardenia atau yang biasa dikenal dengan bunga Kacapiring, Kacapiring lho yaa bukan Pecahpiring, klu pecahpiring ntu Geranium. Bunga ini punya nama latin Gardenia augusta, merupakan tanaman perdu tahunan dari suku kopi-kopian atau Rubiaceae. Bunganya berwarna putih dan sangat harum. Tanaman juga dikenal dengan nama binomial Gardenia jasminoides yang berarti “seperti melati,” walaupun tidak ada hubungannya dengan marga Jasminum (Melati).

Gardenia banyak dijumpai sebagai tanaman hias di rumah-rumah, awalnya saya sering nyebut bunga Cempaka gara2 ngikut2 si mami ama ibu2 tetangga ama tukang jual bunganya juga, padahal Cempaka dan Gardenia kan beda. kali ini saya mau nulis tentang sebuah pelajaran hidup yang saya ambil ketika saya mengamati sebatang gardenia di belakang rumah saya. sebenarnya tulisan ini udah pernah saya tulis tapi di Blog yang dulu, dan sekarang saya tulis kembali edisi revisinya di blog yang baru.

Mami saya suka beli bunga tapi herannya semua bunga pasti gak panjang umur. nah salah satunya si Gardenia ini. awalnya tuh bunga ditanam di pot trus karena lama kelamaan tambah kurus, daunnya pada rontok, dan gak ada perkembangan, dipindahlah (aslinya sih disingkirkan) itu bunga ke tanah di belakang rumah. Gardenia yang malang gak ada yang ngurus dan ditelantarkan gitu aja, saya juga gak peduli soalnya jarang di rumah.

waktu pun berlalu tanpa disadari suatu hari saat saya pulang ke rumah saya melihat si Gardenia tumbuh dengan daun-daun hijau segar yang rimbun, tingginya pun bertambah. it’s so amazing ! padahal aku nebak dulu paling udah tamat riwayatnya. saya pun mulai tertarik padanya. tiap saya pulang saya selalu menengoknya di belakang. suatu hari saya menemukan si Gardenia itu tumbuh kuncup…hahahay special gift ! akhirnya setelah ditunggu lamaaa sekali dan bikin orang putus asa sekaligus melupakannya, berkembanglah si Gardenia. tak lama kemudian kuncup pertama mulai mekar dan diikuti tumbuhnya kuncup-kuncup lainnya. seneng banget ngeliatnya.

tapi semua kebahagiaan harus terampas ketika tanah belakang rumah mw dibangun ruangan tambahan untuk sekolah, si Gardenia harus tergusur. pak Guru minta izin ama mami untuk mengambilnya lalu ditanam di sekolah. saya gak tau mindahinnya, tau-tau si Gardenia udah raib. mami saya yg cerita kalau dipindah ke sekolah. sejak saat itu saya tidak pernah lagi melihatnya meskipun kata mami dia bisa dilihat dari jendela sekolah.

saat saya mengamati dan merenungi perjalanan hidup si Gardenia saya bisa menangkap suatu pelajaran yang bagi saya sangat berharga, yakni tentang bertahan untuk hidup. hidup ini anugerah jadi tidak boleh disia-siakan dan harus dipertahankan. meskipun orang lain mengucilkan kita, tidak mempedulikan kita, itu tidak jadi alasan untuk terpuruk dalam hidup. kita harus berjuang sekuat tenaga untuk melewati masa-masa sulit…bukankah sudah disebutkan dalam Al-Qur’an,

(إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا) “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” QS. Alam Nasyroh: 6)

si Gardenia telah mampu melewati cobaan hidupnya dan akhirnya dia bisa membuktikan dia bisa tumbuh dan berkembang meski gak ada yang ngurus dan gak ada yang nyiram. Allah yang ngasih dia kekuatan.

semua hal dalam hidup ini berproses, gak ada manusia yang lahir langsung kaya, langsung pinter, langsung sukses. semua harus merangkak dari nol, bukankah sebelum berlari kita harus belajar berjalan dulu ??? dan yang terpenting di sini bukanlah input atau output melainkan proses itu sendiri. sikap, tindakan, dan pilihan kita dalam proses itu yang menentukan hasil akhirnya

si Gardenia gak pernah protes atas apa yang telah diperlakukan orang terhadapnya, dia menjalani hidupnya dengan lapang dada, gak pernah protes (ya iyalah …mana bisa protes orang gak punya mulut) dan dia pun berjuang untuk mempertahankan hidupnya dengan usahanya sendiri dan bantuan Allah

hidup ini emang gak pasti, suatu waktu kita merasa bahagia tapi sebentar saja bisa berganti sedih dan duka. gak ada yang bisa diandalkan selain diri sendiri, kita gak bisa bergantung ama orang lain karena hanya kepada Tuhan lah hendaknya kita bergantung. dan untuk merubah hidup kita, terutama untuk keluar dari saat-saat sulit kita harus mengandalkan kekuatan diri sendiri dan selalu berdo’a mohon bantuan kepada Tuhan yang Maha Esa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s