Kayangan Api


Jalan-jalan yuk…! kali ini aku mau cerita tentang salah satu objek wisata yang ada di kabupaten Bojonegoro. kemarin waktu KKN kebetulan aku kebagian di desa Dukohkidul kec. Ngasem kab. Bojonegoro yang terletak beberapa kilo saja dari lokasi Kayangan Api ini. sebenarnya ada situs lain di desa tetangga sebelum desa tempat KKN aku, lupa nama desanya apa yang jelas di situ ada “petilasan Angling Dharma”, moga aja lain waktu bisa ke sana soalnya aku penasaran banget ama tempat dan sejarahnya.

oK! aku 2x ke Kayangan Api dan waktunya pun berdekatan. saat itu aku baru aja sembuh dari sakit dan belom fit banget. eh pak carik ngajak anak2 jalan2 trus sepakat ke Kayangan Api malem2 sambil bakaran ayam soalnya lebih indah apinya kalau malem. temenku ada yang gak ikut buat jaga camp siapa tau ada apa2. aku maksa ikut, secara siapa juga yang mau ndrian d camp ntar klu ada sundel bolong nyamperin siapa yang nolongin ???….

dan akhirnya berangkatlah kami ke Kayangan Api pukul 23.00, yang cewek naik mobil sama pak carik trus yang cowok naik motor. wuih sumpah kyk shooting uka-uka. jalannya kan rata2 rusak trus lewatnya hutan jati. masyaAllaaah banyak2 do’a dech pokoknya.

Kayangan Api lokasinya di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, atau sekitar 25 km dari Kota Bojonegoro. Dibanding objek-objek wisata lainnya yang dipunyai Kabupaten Bojonegoro, Kayangan Api yang paling bisa diandalkan. Kayangan Api memang mempunyai keistimewaan, setidaknya jika dibandingkan dengan objek-objek wisata lainnya di Jawa Timur, yaitu api abadi atau api yang tak kunjung padam. Dari celah-celah tumpukan batu menyembur api yang berwarna merah kekuning-kuningan, meliuk-liuk. Api ini tidak pernah padam meski diterjang hujan lebat atau ditiup badai sekencang apapun. Ditengarai api abadi ini terbesar se-Asia Tenggara.

Pada PON XV, api obor disulut di Kayangan Api, kemudian dibawa lari secara estafet ke GOR Delta Sidoarjo sebagai tempat dibukanya PON XV. menurut tulisan di batu yang saya baca di lokasi Kayangan Api berarti Api menuju kayangan, dulu ini adalah tempat bertapa dan membuat keris seorang Mpu yang bernama Mpu Kriya Kusuma atau Mbah Supagati, aku lupa beliau hidup di abad ke berapa intinya sejak dahulu kala ampe sekarang api tiu tetap menyala dan berkobar. tapi saya gak kuat berdiri dekat apinya lama2, habis bau belerangnya menyengat sih!

nah kami pulang dari kayangan api dan nyampe camp jam 02.00, saya langsung tidur soalnya pagi2 besok harus stand by di kayangan api lagi buat out bond ama anak2 OSIS SMP. huftt cuma dapat jatah tidur beberapa jam sajašŸ˜¦

eniwee…meskipun cuma istirahat bentar tapi karena semangat buat out bond jd semua lelah rasanya ilang. paginya saya berangkat boncengan ama temen saya, 1 motor dinaikin 3 orang yg bonceng temen cowok, huh pas di hutan jati kan jalannya rusak udah gitu pake naik turun segala. ya Allaaaah saya gak mau mati muda *do’a dlam hati*…sepanjang jalan cuma berisi celotehan dan omelan saya dan temen saya yang takut jatoh gara2 boncengan ber3 di jalan yang gak uenaaak buangett, sekali-kali juga ketawa ngakakšŸ˜€

hufft akhirnya out bond pun sukses terlaksana yang diakhiri dengan siram-siraman alias tabur-taburan tepung he he he he……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s