Mishil; si Antagonis yang cerdik (The Great Queen Seon Deok)

Thseon deok

The Great Queen Seon Deok adalah drama saeguk yang meceritakan tentang kehidupan Ratu Seon Deok dari Silla, Ratu wanita pertama korea.
Ratu Seon Deok diperankan oleh aktris korea Lee Yo Won, tapi di sini saya tidak sedang membahas si Ratu, melainkan sang musuh yang menjadi daya tarik tersendiri dalam drama ini, she is MISHIL !!!
kalau kebanyakan film yang terkenal adalah yang Protagonis, tapi drama ini justru akting si Antagonis ini yang mendongkrak rating. pernah saat episode Mishil meninggal rating pun sempat turun.
Mishil diperankan oleh aktris cantik korea Go Hyeon Jeong.

mishil

Mishil berhasil mempengaruhi pengontrolan kekuasaan dinasti shilla dengan kecantikan dan keanggunannya yang sempurna.
Queen Seon Deok serial drama yang mewakili kaum feminis. Segala konflik di kerajaan berawal dan berpusat pada sosok wanita. Dalam masa pemerintahan dinasti Shilla, status dan kedudukan perempuan dalam masyarakat masih relatif tinggi. Perempuan pada periode ini memiliki pengaruh dalam pemerintahan, bahkan bisa menduduki jabatan sebagai penasihat, ratu, atau bupati. Di luar kerajaan, perempuan bisa menjadi kepala keluarga karena di Korea pada masa itu terdapat garis keturunan matrilineal di samping patrilineal. Model Konfusian, yang menempatkan perempuan pada posisi subordinat dalam keluarga, tidak memiliki pengaruh besar di Korea sampai dengan abad ke-15. Gambaran nyata betapa seorang perempuan dapat memiliki pengaruh dan kekuasaan cukup kuat, terwujud pada tokoh Mi Shil, yang diperankan oleh aktris Go Hyeon Jeong. Mi Shil satu-satunya pejabat wanita di kerajaan yang memiliki pengaruh dan kedudukan amat kuat. Ia tak hanya piawai mengambil hati Raja Jinheung, tapi juga mempengaruhi para jenderal, pangeran, dan tentara Hwarang yang merupakan pasukan elite kepercayaan istana. Belum cukup puas dengan posisinya sebagai seseorang paling berpengaruh dan dekat dengan raja, ia berambisi menjadi penguasa tertinggi kerajaan. Bak dewa Ares yang gemar mengibarkn bendera perang, MiShil tak pernah ragu menyatakan perang terhadap siapapun yang menghalangi ambisinya. Berbagai cara dilakukan, termasuk mengubah isi surat wasiat Raja Jinheung, menikahi putera mahkota, berhubungan gelap dengan jenderal istana, hingga merencanakan serangkaian kudeta. Di sisi lain ada sosok Putri Deok Man, yang berhasil membawa kerajaan Shilla ke masa-masa keemasan. Di saat semua pria bertekuk lutut, semua raja diperdaya MiShil, Putri Deok Man yang kemudian mampu melawan kejahatan MiShil.
Ada 2 perkataan Mishil yang paling saya ingat adalah yang pertama saat dia mengintimidasi Putri Deok Man di istananya (Putri Deok Man masih menjadi Hwarang) “ada dua cara untuk mengatasi rasa takut; 1. lari 2. marah” dan saya kadang-kadang mempraktekkan hal ini, ya lumayanlah hasilnya😀
yang kedua perkataan Mishil saat berkumpul dengan komplotannya merencanakan sebuah strategi pemberontakan, dia menganjurkan untuk menerapkan sistem “serahkan daging patahkan tulang” hal ini adalah sebuah teknik pancingan untuk musuh, kita mengumpankan sedikit apa yang kita punya untuk menyerang/melumpuhkan bagian vital musuh.
nah demikian ulasan sedikit tentang tokoh bernama Mishil ini, mungkin dia adalah salah satu cerminan bahwa wanita meski banyak yang menganggap hanya makhluk lemah, tapi di balik itu semua wanita bisa menimbulkan sesuatu yang dahsyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s