ABU QASIM AZ-ZAHRAWI (Abulcasis)

ABU QASIM AZ-ZAHRAWI (Abulcasis)

Abu Qasim dikenal sebagai peletak dasar-dasar teknik ilmu bedah modern. Ia memiliki nama lengkap Abu al-Qasim Khalaf Ibnu Abbas az-Zahrawi, masyarakat barat menyebutnya dengan nama Abulcasis.
Ia lahir pada tahun 936 M di Cordova, Spanyol, mengawali karirnya sebagai dokter bedah dan pengajar di berbagaisekolah kedokteran. Namanya mulai menjadi perbincangan di dunia kedokteran setelah ia meluncurkan buku berjudul At-Tasrif liman ‘Ajiza ‘an at-Ta’lif (metode pengobatan). Dalam buku itu banyak menguraikan tentang hal-hal baru dalam operasi medis, juga banyak membahas tentang operasi telinga, hidung, dan tenggorokan.
Peralatan penting untuk bedah yang ditemukan al-Zahrawi antara lain pisau bedah (scalpel), currete, retractor, sendok bedah (surgical spoon), sound, pengait bedah (surgical hook), surgical rod, dan specula.
Az-Zahrawi juga menciptakan sejumlah alat bantu operasi. Ada tiga kelompok alat yang diciptakannya, yaitu instrument untuk mengoperasi bagian dalam telinga , instrument untuk inspeksi internal saluran kencing, dan instrument untuk membuang se lasing dalam kerongkongan.
Az-Zahrawi jugalah yang pertama menguraikan secara detail operasi klasik terhadap kanker payudara, teknik untuk membuang batu ginjal, dan teknik membuang kista di kelenjar tiroid. Ia membahas tentang luka dan cara pembedahannya, tentang pengobatan tulang yang remuk, tentang penyakit gigi sekaligus dengan cara pengobatannya, ia juga salah satu penggagas operasi plastic, atau setidaknya mencanangkan prosedur bedah plastic pertama kali.
Selain ahli dalam ilmu bedah, Az-Zahrawi juga ahli dalam bidang kedokteran gigi. Bukunya memuat beberapa piranti penting dalam perawatan gigi, misalnya Thereof, alat yang sangat vitaldalam operasi gigi. Di buku yang sama, ia juga mendiskusikan beberapa kelainan pada gigi serta bagaimana cara mengoreksinya. Ia juga menciptakan sebuah teknik untuk menyiapkan gigi artificial dan cara memasangnya.
Al-Tasrif dialihbahasakan ke dalam bahasa latin pada abad pertengahan. Sejumlah editor lain di eropa mengikutinya, dengan menerjemahkannya ke dalam bahasa mereka. Buku dengan sejumlah diagram dan ilustrasi alat bedah yang digunakan Az-Zahrawi ini kemudian masuk ke kampus-kampus dan menjadi buku wajib mahasiswa kedokteran. Peradaban barat baru saja mengembangkan ilmu kedokteran gigi secara khusus pada abad ke-17 M. buku pertama tentang ilmu kedokteran gigi di barat baru hadir tahun 1530 M bertajuk Artzney Buchlein. Buku teks kedokteran gigi dalam bahasa inggris baru muncul tahun 1685 karya Charles Allen berjudul Operator for the Teeth.
Bahkan masyarakat Amerika baru mengenal adanya dokter gigi pada abad 18 M. John Baker merupakan dokter pertama yang praktik di benua amerika. Baker merupakan dokter gigi yang berasal dari Inggris. Amerika baru memiliki dokter gigi sendiri pada tahun 1779 M bernama Isaac Greenwood. Di sisi lain peradaban barat mengklaim Pierre Faucharberk berkebangsaan Perancis yang hidup di abad ke-17 sebagai “bapak ilmu kedokteran gigi modern”. Padahal menurut Noble, 700 tahun sebelum Fauchard hidup, seorang dokter muslim bernama az-Zahrawi alias Abulcasis telah sukses mengembangkan bedah gigi dan perbaikan gigi.
Az-Zahrawi juga tercatat sebagai dokter yang mempelopori penggunaan gigi palsu atau gigi buatan yang terbuat dari tulang sapi. Kemudian gigi palsu itu dikembangkan lagi menggunakan kayu seperti yang digunakan oleh presiden pertama Amerika Serikat, George Washington 700 tahun kemudian.
Di kalangan kedokteran muslim sendiri ia dikenal baik sebagai perintis ilmu pengenalan penyakit (diagnostie) dan cara penyembuhan (therapeutic) penyakit telinga. Dialah yang telah merintis dilakukannya pembedahan telinga untuk mengembalikan fungsi pendengaran, dengan jalan memperhatikan secara seksama anatomi saraf-saraf halus (arteries), pembuluh-pembuluh darah (veins) dan otot-otot (tendons). Tidak hanya terbatas itu, ia pun dikenal sebagai pelopor pengembangan ilmu penyakit kulit (Dermatology).
Sampai abad ke-15 M, silabus pelajaran medis di berbagai universitas di Eropa, masih memasukkan salah satu karya Az-Zahrawi ke dalamnya, yaitu Kitab al-Mansur. Setelah malang melintang di dunia kedokteran dengan sejumlah temuan baru, Az-Zahrawi wafat pada tahun 1013 M.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s