BookMania

on

al-alaq-1-5-arti

Ayat Al Qur’an yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk membaca. Dulu waktu kita kecil juga diajarin membaca (mengeja) dulu, kalau diajarin nulis dulu ntar bingung itu apaan, mau diucapin juga gak tau itu apa, repot kan ?
Aku suka banget baca, baca apa aja, dari buku, koran, majalah, pamflet, selebaran, sampai surat temen hehehe..kalian semua pasti udah pada tau kalau buku itu jendela dunia, meski sekarang era internet, mau nyari informasi apa aja tinggal googling, tapi baca buku tetep harus dijalan donk!
Waktu saya SD saya sering menghabiskan waktu membaca buku di perpustakaan sekolah yang gak terlalu punya banyak koleksi, paling-paling ya buku paket dari pemerintah. Masuk jenjang SMP saya jarang ke perpustakaan sekolah (males, perpus-nya serem) dan lebih sering minjam buku teman, saat SMA saya rajin ke perpustakaan sekolah dan asrama, yang dibaca sih kebanyakan novel, buku2 biologi, buku2 pelajaran laen kalau diperlukan saja seperti saat ada PR. Seringnya saya baca 1 buku gak hanya 1 kali, kadang kalau terlalu sulit dipahami kata-katanya harus dibaca bolak-balik (maklum kadang lola hahaa).
Waktu masih duduk di bangku sekolahan aku gak terlalu banyak mengoleksi buku, secara duit masih 100% hasil “ngemis terhormat” ama ortu jadi terbatas gak bisa beli macem-macem, tapi aku masih sempat rajin baca koran tiap hari, kalau ada yang seru ya dibeli terus digunting, niatnya mau bikin klipping, dulu pernah ngumpulin sinopsis2 film yang dimuat di koran, tapi aku belum punya waktu ngerapiin di buku jadi aku simpan dulu di rumah, eh…tak taunya malah dibuang sama Ibu tanpa pemberitahuan sebelumnya, aku ngamuk beneran dan tambah ngamuk lagi waktu tau koleksi buku saku cerita rakyat dari asia & dongeng hadiah susu Dancow punyaku ternyata juga dikasihkan ke anak family-ku. Aduuuh si Ibu gak tanya2 dulu maen sikat aja huuuuuuhhh😥
Oh iya dulu waktu SD juga ada pengalaman menyakitkan dan aku pikir itu tindakan terbodoh aku terhadap ilmu. Ceritanya gini, tiap jam 12 siang ada acara infotaiment di salah satu stasiun TV, nah tiap selesai berita tentang 1 artis selalu diakhiri dengan 1 kata bijak, tiap selesai pulang sekolah aku selalu nonton itu, aku suka kata-kata bijaknya jadi aku catat di sebuah buku khusus. Saat aku mau dimasukin asrama (mau masuk SMP) aku panik dengan buku itu, aku takut ketahuan Ibu dan aku dimarahi, aku gak tau kenapa saat itu bisa berpikiran seperti itu, lalu aku buang buku itu ke sekolah di belakang rumahku. Beberapa hari aku tidak merasakan apa-apa tapi lama kelamaan aku merasa “bodoh banget sih! itu ilmu kenapa dibuang???” dan sampai waktu yang lama aku tidak bisa melupakan dan sangat menyesal atas tindakanku tersebut.
Menginjak masa-masa kuliah, semester 1 & 2 aku gak terlalu antusias ke perpustakaan, namun salah satu tanteku bilang jangan pernah melupakan perpustakaan, dari sini aku seperti tersadar dan mulai rajin melangkahkan kaki ke perpustakaan. Untuk buku-buku yang berhubungan dengan matakuliah aku gak pernah beli, aku nyari di perpustakaan terus aku fotocopy semua, alasannya lebih hemat waktu dan biaya, aku gak punya waktu buat ngubek-ngubek pasar buku dan uang untuk fotocopy lebih murah daripada untuk beli (yang penting aku punya buku yang aku butuhin).
Ketika aku memiliki kerja sampingan, aku menyisihkan uangku untuk beli buku. sampai lulus kuliah dan bekerja aku masih dan tambah rajin beli buku.
Aku suka banget dan gak bisa nahan diri kalau ada obral buku, aku pasti mborong buku, rasanya seneng banget. Kebanyakan yang aku beli adalah novel, paling suka novel terjemahan apalagi yang bestseller hehee…sering banget teman-teman antusias melihat tumpukan koleksi bukuku tapi sayang mereka tidak antusias membaca padahal kadang dalam novel kita bisa menemukan sesuatu, kata-kata yang memotivasi, atau pelajaran yang dapat kita ambil dari kisah di dalamnya.
Dulu waktu masih kuliah aku pengen banget kalau udah lulus bisa bekerja di perpustakaan, kebetulan matakuliah-ku ada Manajemen Perpustakaan, jadi bisa ketemu tumpukan buku tiap hari😀
Aku juga selalu berharap nanti ketika aku sudah punya rumah sendiri, aku pengen punya perpustakaan pribadi. Salah satu film favorite-ku yaitu Ink Heart semakin mengobarkan hasrat untuk memiliki perpustakaan yang antik.

Inkheart-movie

Di film itu yang sangat menarik perhatianku adalah perpustakaan pribadi milik si Bibi, rumahnya juga antik🙂
Si Bibi punya banyak koleksi dari berbagai negara, bahkan ada juga manuskrip2 kuno yang dia taruh khusus di lemari kaca, Aku pengen punya banyak koleksi seperti itu.
Aku juga pernah punya mimpi, di Desaku kan sudah ada wifi di Balai Desa, seandainya ada juga rumah baca atau perpustakaan umumnya. Semoga di masa yang akan datang mimpi itu terwujud meski bukan aku yang mewujudkannya. Aamiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s