Cangkir yang Penuh

on

water_glass

seorang laki-laki yg sangat arogan memasuki candi budha dan meminta kepada biksu-nya untuk mengajarinya jalan menuju pencerahan.

“mari bergabung dengan saya untk minum secangkir teh,” kata biksu itu.

mereka duduk dan laki-laki arogan itu memegang cangkirnya untk diisi oleh sang biksu. ia perhatikan dengan seksama ketika cangkir itu terisi cepat dan sang biksu tdk memberi tanda-tanda apapun ketika mengangkat teko.

isi cangkir itu mulai melimpah dan teh yg mendidih itu tumpah di atas tangan laki-laki arogan itu. “ini pasti tes tertentu,” pikirnya dan tidak berkata sepatah katapun.

akhirnya, ia tdk tahan lagi. “cukup!” katanya. “cangkir saya kepenuhan. tdk muat lagi!”

“teman,” kata sang biksu, “seperti cangkir ini anda juga terlalu penuh, pikiran, opini, dan keinginan anda. tidak ada ruang untuk Buddhisme. ketika anda melepaskan sebagian pikiran, opini dan keinginan anda dan tidak ada ruang untuk yg lain, kembalilah ke saya dan saya akan mengajari anda.”

(anda tdk akan pernah memahami seseorang sampai anda mempertimbangkan segala sesuatu dari sudut pandang mereka – Harper Lee, Novelis AS pemenang Pulitzer Prize)

**Dikutip dari buku “Crystal Clear Communication: Skills of Understanding and Being Understood” karya Kris Cole

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s