seperempat abad

25 …it’s not felt ! hidup sudah seperempat abad, apa yang sudah aku dapatkan ? berapa banyak aku telah belajar. Usia 25 dianggap usia yg krusial, dimana di usia ini seseorang dinilai sudah mulai matang, apalagi perempuan. Di usia 25 seseorang akan dinilai menjadi lebih bijak dan dewasa, namun bukankah kematangan dan kedewasaan seseorang tidak terpatok pada umur ? aku tidak ingin terbebani oleh semua opini itu, aku akan tetap menjadi diriku, seperti apa yang aku mau, namun tidak bisa dipungkiri pasti ada yang harus berubah.

Dulu saat memasuki umur 20 aku memiliki rencana menikah di usia 25, dan akhir-akhir umur 24 pun aku masih menyimpan harapan menikah di usia 24, namun aku sadar tidak semua planning kita akan terwujud sesuai harapan, eh tapi ini masih awal 25 ya…masih ada kemungkinan, siapa tau di awal, pertengahan, atau akhir umur 25…who knows ???

mulai menata kembali apa yang menjadi prioritas, mulai berhitung dari awal dengan cermat, waktu menjadi semakin sangat berharga.

aku akan bekerja lebih gigih untuk mendapatkan apa yang aku inginkan, aku akan belajar lebih banyak hal, aku ingin lebih menularkan energi positif untuk orang-orang di sekitarku.

mimpi untuk bergabung mengajar anak-anak jalanan belum terealisasi, semoga segera punya kendaraan pribadi dan semoga dapat meluangkan waktu untuk mereka.

aku ingat kata Ibu dulu, kalau beli buku yang berhubungan dengan pekerjaan saja, saat itu aku berpikir sempit dan terpancing emosi, lambat laun aku berubah pikiran, ya memang harus beli buku yang berhubungan dengan pekerjaan, namun komponen dalam hal bekerja itu banyak dan aku harus menyusun list-nya.

seperempat abad ini saatnya juga untuk memperbaharui feeling, mengubah pola pikir tentang cinta dan hubungan, biarlah yang tertinggal di masa lalu menjadi pelajaran, semoga dapat lebih dewasa. aku yakin aku pasti dapat jatah jodoh, dan aku juga dapat jatah waktu untuk upgrade diri sebelum si jodoh datang. aku cukup lelah untuk bertahan namun aku sangat berat untuk melepaskan, bersikap realistis kadang sulit, ya sudah berteman saja dengan orang yang selama ini di sebut-sebut, sepertinya dengan tidak berambisi menggubu-gebu akan lebih tenang, jika dulu do’anya “ya Allah jika si……..adalah jodohku maka dekatkan ia kepadaku” maka sekarang diganti “ya Allah dekatkanlah hati orang yang Engkau takdirkan menjadi imamku dengan hatiku”, berdo’a dengan hati yang lebih tenang dan ikhlas bukan dengan hati yang penuh keegoisan dan emosi yang tidak dewasa.

aku ingin lebih menikmati hidup, pergi ke tempat-tempat yang aku sukai, melakukan hal-hal yang aku ingin lakukan, bergaul dengan lebih luas.

akhir-akhir ini banyak hal yang membuat aku membuka mata, tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan. lepas dari tanggungan orang tua sudah dilakukan namun untuk membantu saat mereka berada di titik terendah belum berhasil dilakukan, PR ku kali ini. sampai saat ini aku harus terus belajar menjadi anak yang baik, kakak yang membanggakan, aku tak mungkin bisa sempurna namun aku mampu untuk menjadi lebih baik (jika aku sungguh-sungguh berusaha).

hari ini ku tata ulang hidupku, untuk seperempat abad ke depan, seperempat abadnya lagi dan lagi hingga nanti saat aku diambil kembali oleh-Nya.

apa yang kita tanam hari ini, akan kita petik besok. Bismillahir Rohmaanir Rohiim, ya Rabb berkahilah hidupku, ridhoi selalu langkahku, Aamiin

🙂🙂🙂 *giving smile for new beginning*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s