Menyusuri jejak sejarah kota Surabaya : Surabaya Heritage Track Tour – Part 1

on

Kawasan Surabaya utara dikenal memiliki banyak bangunan lawas bersejarah, nah untuk menelusuri jejak sejarah di Surabaya kita dapat mengikuti mini tour yang diadakan oleh House of Sampoerna (HOS), it’s free guys ! tinggal duduk manis tanpa bayar hehee…

Ini adalah pengalaman pertama saya ikut tour ini meski sudah pernah mengunjungi HOS sebelumnya. Ada beberapa jadwal dan rute dalam tour ini :

Untuk jadwal bus weekend (jatah waktu 1,5 jam) :

  1. Jam 09.00 wib dengan rute: Balai Pemuda, Balaikota, dan De Javesche Bank
  2. Jam 13.00 wib dengan rute: Tugu Pahlawan, GNI (Gedung Nasional Indonesia), dan PTPN XI.
  3. Jam 15.00 wib dengan rute: Eks Keraton Surabaya, Balaikota, dan Cak Durasim.

Sedangkan untuk jadwal bus weekdays (jatah waktu 1 jam) :

  1. Jam 09.00 wib dengan rute: Tugu Pahlawan dan PTPN XI
  2. Jam 13.00 wib dengan rute: Klenteng Hokan Kiong dan Escompto Bank
  3. Jam 15.00 wib dengan rute: Kantor pos Kebon rojo, Gereja Kepanjen, dan De Javesche Bank.

Ingat ya jatah kursi di bus hanya 20 kursi, Reservasi dapat dilakukan melalui Tracker Information Center (TIC) dengan nomor telpon (031) 539000 Ext. 24142 dan terbatas hanya 10 orang saja, untuk sisanya dapat reservasi on sheet tp cepet-cepetan ya….setelah reservasi nanti kita dapat tiket dan ID card

Mini bus Surabaya Heritage Track Tour
Mini bus Surabaya Heritage Track Tour

Saya mengikuti tour ini pada hari Jum’at dan bertepatan dengan libur hari buruh internasional, oh ada cerita sedikit saat saya dan teman saya berangkat menuju HOS, gini ceritanya kami memilih jadwal tour pada pukul 15.00 karena ada 3 destinasi, kami berangkat pukul 14.00 mendung sudah rata, saat kami sampai di KBS Polisi menganjurkan kami lewat Diponegoro saja, Darmo ditutup karena masih ada demo buruh, di tengah perjalanan hujan pun turun dan seketika menjadi deras, alamaaak saya lupa bawa mantel, kami pun bernaung sambil menunggu hujan reda, jam menunjukkan pukul 14.30 dan kami masih di sekitar Diponegoro, aduh bisa telat ini, akhirnya kami nekat menerjang hujan (Alhamdulillah di pinggir jalan ada yang jual mantel). Teman saya belum pernah ke HOS dan saya hanya ingat jalan sampai Indrapura saja, kami masuk di jalan Perak lalu putar balik menuju arah Kapasan, Alhamdulillah sampai di Rajawali, nah sampai sini saya agak lupa mana gang-nya, lalu asal aja kami masuk gang Kalisosok, eh ternyata bener (seharusnya depan gang dikasih tulisan dunk!)…jam menunjukkan pukul 15.05 dan bus hampir berangkat untuk masih ada sisa 2 kursi cadangan yang menghadap ke pintu, tak apalah yang penting bisa ikut tour jadi enggak sia-sia kami hujan-hujanan tadiπŸ˜€

DSCN0970 - CopyBus mulai berjalan, karena bertepatan hari libur jadi salah satu destinasi yaitu Kantor Pos Besar Kebonrojo tidak dapat kami kunjungi. Bus mulai memasuki jalan raya dari gang Kalisosok belok kiri, menurut pemandu tour dulu jalan ini bernama jalan Tuan-tuan dan kawasan ini merupakan pusat pemerintahan pada jaman dahulu (dapat di lihat dari banyaknya bangunan kuno bekas perkantoran). Bus terus melaju melewati hotel Ibis lalu Jembatan merah plaza, Jembatan merah yang membentang di atas Kali Mas dinamakan seperti itu sebenarnya bukan karena pernah terjadi pertempuran berdarah Arek-arek suroboyo melawan penjajah di situ tapi karena emang jembatannya dicat warna merah dan menurut kepercayaan Tionghoa merah melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan, di seberang jembatan terdapat kawasan Pecinan di jalan Kembang jepun. Dari depan JMP bus berbelok ke kanan memasuki jalan Veteran, di sini terdapat kantor Polrestabes Surabaya, konon terdapat lorong bawah tanah yang menghubungkan antara Penjara Kalisosok dengan Polrestabes Surabaya yang dahulu digunakan terutama untuk memindahkan tahanan-tahanan kelas atas.

Para demonstran masih ada di pinggir-pinggir jalan namun tidak menghalangi perjalanan kami untuk sampai di Gereja tertua di Surabaya, Gereja Katholik Kelahiran Santa Perawan Maria.

DSCN0822 - Copy DSCN0836 - Copy DSCN0841 - Copy

Sejarah singkat gereja ini dapat dibaca di plang yang ada di halaman depan gereja.

Perjalanan berlanjut ke Gedung eks. De Javasche Bank atau yang sekarang disebut Museum Bank Indonesia.

DSCN0892 - Copydi museum ini terdapat beberapa koleksi uang kuno

DSCN0848 - Copy DSCN0849 - Copy DSCN0850 - CopySetelah puas menjelajahi eks. De Javasche Bank, kami pun kembali ke HOS.

Demikian perjalanan kali ini, lain kali kita jalan-jalan lagi mengunjungi destinasi yang lainnya…have a wonderfull trip yaa…πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s