Mengalahkan rasa takut dan ragu ronde kesekia

keberanian-dan-optimis-2

Hal sepele sih sebenarnya, tapi kadang hal sepele ini yang memberatkan langkahmu. Ini untuk kedua kalinya aku menghadapi situasi seperti ini.

Pertama :

Saat menunggu wisuda aku mendapat pekerjaan yang untuk pertama kalinya berlokasi agak jauh dari kos-ku. Sebenarnya aku bisa naik angkot, tapi setelah dihitung-hitung jika dipotong biaya angkot maka pendapatanku bersih tidak terlalu banyak, aku juga dapat tawaran dari teman cowok yang mau antar jemput tapi aku menolak karena aku tau dia suka padaku dan aku tidak berpikir untuk punya hutang hudi padanya. Akhirnya aku memutuskan untuk naik sepeda (waktu itu belum punya motor), aku memikirkan jalur yang akan aku lalui untuk sampai ke tempat kerja, pertama dari kos-ku aku harus bersepeda melawan arus lalu menuju jalan raya yang lumayan padat dan tetap melawan arus. Sesampainya di TL aku harus menyebrang untuk mencapai lajur yang tidak melawan arus, namun aku harus berjalan di tepi kanan yang itu berarti aku berjalan di tengah jalan raya, sepeda bersaing dengan motor-motor dan mobil, aku sih bisa saja mengambil tepi kiri tapi akan menyusahkanku saat menyebrang karena gang yang harus aku lalui berada di kanan jalan dari arah aku datang, oh ya ini jalan raya 2 arah lho ! jadi tau kan gimana ramenya.

Aku enggak bisa tidur semalaman memikirkannya, apa aku berani ? di sana banyak kendaraan bermotor. Aku tidak yakin apa aku bisa, akhirnya aku nekat, benar-benar nekat karena sebelumnya tidak pernah melakukan yang seperti ini.

Dengan perasaan setengah yakin aku paksa diriku untuk terus melaju dan akhirnya sampailah aku di tempat kerjaku. Alhamdulillah plong banget rasanya, kayak abis menangin lomba balap sepeda.😀

Kedua :

Aku tau aku sudah melewati perasaan seperti ini sebelumnya, tapi tetap saja kali ini aku masih khawatir dan sedikit ragu. Untuk pertama kalinya aku akan pulang sendiri menyetir Surabaya-Gresik. Aku sudah biasa naik kotor tapi tidka terlalu jauh dan seringnya tidak sendirian.

Aku berusaha meyakinkan diriku, aku pasti bisa, sekarang waktunya membuktikan kemampuan, level 1 terlewati dulu dan sekarang level-nya naik, bermotor dan jarak yang bertambah jauh, oh ya ditambah lagi sedang puasa. Ya Allah semoga aku selamat sampai rumah.

Banyak yang mengkhawatirkanku, mereka masih belum sepenuhnya yakin aku bisa nyetir jauh sendirian, diingatkan seperti anak kecil yang baru kemarin sore bisa naik sepeda, emang sih skill menyetirku belum berlisensi tapi kan aku udah cukup mumpuni, so percaya aja deh ! dan dido’akan juga. J

Teman terbaik dan musuh terburuk memang diri sendiri, kali ini aku harus menundukkan salah satu rasa takutku dan sifat ketidakyakinan-ku. Aku harus cukup kuat mental untuk melalui rintangan, dan aku akan membuktikan sekali lagi bahwa ketakutan-ketakutan itu hanya ada dalam pikiranku sendiri.

Keep fighting beib !🙂🙂

dont-be-afraid-4pxxcf7b9-256590-400-332_thumb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s