Bertemu Mrs. Lynn

on

Pagi yang cerah dengan semilir angin yang menyejukkan. Hari ini bertepatan dengan hari kemerdekaan Negara, banyak event dimana-mana seperti lomba-lomba tradisonal menjadi agenda rutin di setiap daerah.

Suasana di komplek ramai karena hari ini ada acara jalan sehat, “enggak ikut ?” tanya Mike kepada kakaknya, Anne. Karena harus membantu Ibunya di dapur maka Anne mengurungkan niatnya untuk ikut jalan sehat.

Meski tidak ikut jalan sehat rame-rame tapi Anne beruntung mendapat kupon undian dari Eric, tetangganya yang menjadi panitia.

Anne bergegas menaiki motornya bersama Ibunya lalu menuju tempat pengumpulan kupon undian. Setelah mengumpulkan kupon Anne berhenti sebentar di tepi jalan untuk melihat barisan orang-orang yang ikut jalan sehat, tiba-tiba Anne melihat seorang nenek tua namun masih sedikit dapat terlihat sisa-sisa kecantikan di masa lalunya. Anne tidak mengenali siapa nenek tua itu namun ia kenal dengan perempuan paruh baya yang mengandeng lengan si nenek.

Ibu Anne juga melihat nenek tua itu lalu berseru “ya Allah mrs.Lynn” tanpa bermaksud memanggil secara langsung, Anne tersentak, mrs.Lynn ??? benarkah ? Anne tidak percaya.

Ingatan Anne melayang pada masa lalu, saat ia masih duduk di bangku sekolah dasar, bayangan sosok mrs.Lynn yang meski saat itu sudah tua namun masih terlihat kuat, segar, dan masih cantik, itulah saat terakhir Anne bertemu mrs.Lynn sebelum ia masuk sekolah menengah di luar kota.

Anne sangat kaget melihat sosok mrs.Lynn saat ini, jauh berbeda dengan terakhir yang ditemuinya. Saat ini sosok mrs.Lynn menjadi begitu rapuh, berjalan dengan dituntun anaknya, tubuh mrs.Lynn terlihat menyusut dan bungkuk.

Ketakutan muncul di benak Anne, bagaimana jika ia tua nanti ? sekarang ia kuat dan lincah (banyak yang bilang juga cantik) tapi bagaimana nanti saat ia memasuki usia senja, betapa semua kekuatan dan keindahan fisik yang dimilikinya saat ini hanyalah bersifat sementara bukan selamanya.

Hati Anne miris mengetahui kenyataan tersebut. Anne lalu teringat pada Nay, seorang perempuan lebih muda yang dulu pernah ditaksir oleh mantan pacarnya, perempuan itu yang sempat membuat hati Anne iri. Ketika berpikir tentang Nay dan mrs.Lynn, Anne seperti teretrum, seperti muncul suatu kesadaran akan betapa bodohnya dirinya. Nay yang suka mengumbar keindahan fisik terutama rambutnya yang tergerai panjang, kenapa Anne justru merasa iri dengan perempuan itu ??? justru Anne seharusnya bersyukur karena ia tidak seperti Nay, hijabnya adalah pelindung dari fitnah dan godaan, bukan hanya sekedar selembar kain yang menutupi rambutnya. Jika Anne memiliki kecantikan atau keindahan fisik, itu semata hanyalah bonus dari Allah, bahkan jika dinilai lebih dalam sebenarnya itu juga merupakan ujian hanya saja manusia lebih mengenalnya sebagai kelebihan. Kenapa ujian ? ya, ujian…apakah dengan kecantikan tersebut si manusia akan menjadi sombong ? sesungguhnya ujian dengan sesuatu yang baik/indah/menyenangkan itu lebih berat daripada ujian dengan sesuatu yang sedih/jelek/tidak menyenangkan, karena kita tidak merasa sedang diuji.

Jika Anne sekarang bangga dengan kecantikan/kemolekan fisik lalu apa yang ia banggakan nanti jika sudah menjadi nenek2 tua yang rapuh ??? semua bersifat sementara, waktu akan mengubahnya.

Anne bersyukur diingatkan Allah dengan hal ini melalui mrs.Lynn dan Nay, sungguh banyak sekali pelajaran yang bisa didapat Anne untuk memperbaiki dirinya. Wanita tidak diciptakan untuk jadi penggoda, Anne catat baik-baik di dalam otaknya.

Anne tau meski kecantikan akan sirna dimakan usia, namun salah satu bentuk syukur atas karunia Allah pada dirinya adalah dengan merawatnya tanpa harus mengumbarnya. Toh pria yang baik pasti tidak menyukai wanitanya jadi objek jelalatan mata.

Anne tersenyum dan merasa bahagia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s