Duduk Bersama Mrs. Roweina

on

Matahari sudah agak tinggi, angin berhembus lembut, komplek perumahan terasa begitu sepi, hari ini hari minggu dan orang-orang entah kemana dan sedang melakukan apa.

Neisha berjalan ke teras rumah, menenteng plastic untuk dibuang di tong sampah. “sepi sekali” pikir Neisha, lalu ia menoleh ke sisi kiri, dilihatnya seorang nenek2 sedang duduk sendirian, “mrs.Rowina.” sapa Neisha dengan lembut lalu ia menghampiri mrs.Roweina dan duduk di sebelahnya.

Mereka berbincang santai, mrs.Roweina selalu tersenyum jika melihat Neisha, entah apa yang ada di pikirannya. Tiba-tiba mrs.Roweina menepuk pundak Neisha lalu mengusap puggung Neisha sambil berkata “ya Tuhan, kamu kug tidak pernah di rumah” ah baru kali ini ada yang protes begitu pada Neisha, ya memang sejak junior high school hingga perguruan tinggi Neisha di luar kota jadi jarang pulang kecuali liburan, lulus sarjana Neisha juga bekerja di luar kota, pulang pun hanya saat weekend. Jika Neisha laki-laki mungkin dianggap biasa, pikirnya. Neisha hanya tertawa kecil menanggapi omongan mrs.Roweina itu.

Mrs.Roweina tertawa dan menatap Neisha seolah bertemu orang yang sudah lama hilang. Naisha jadi merasa malu karena ia jarang pulang, ia jarang bersosialisasi dengan tetangga dan…yah jujur saja lupa (tidak bisa mengenali) anak-anak tetangganya.

Saat Neisha sudah berada di dalam rumah, Neisha memandang ke dalam cermin, seperti biasa, kesukaannya. Ia jadi kepikiran kata-kata mrs.Roweina, ia jarang pulang ke rumah, ia jadi kadang merasa asing dengan kampong halamannya, padahal di sinilah ia tumbuh saat kecil, melewati hari-hari ceria sebagai anak-anak.

Dalam hati Neisha berharap dalam tatapan lembut mrs.Roweina semoga beliau menyelipkan sebuah do’a indah untuk Neisha, dan sebaliknya Neisha berharap kebaikan untuk mrs.Roweina. Neisha menitikkan air mata, kadang Neisha terlalu sibuk berkecil hati saat ada yang membencinya atau mengabaikannya, dan lebih menyakitkan yang meninggalkannya. Neisha lupa bahwa masih ada banyak orang yang mengasihinya meski Neisha tidak mengetahuinya.

Neisha berdo’a semoga Tuhan melimpahkan lebih banyak cinta dan kasih saying melebihi rasa sakit dan sedih yang Neisha rasakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s