Pintu Dunia Lain Museum Kesehatan

Udah lama penasaran gimana sih isinya Museum Kesehatan itu ? akhirnya saya menyempatkan diri mampir ke sana dengan temanku.

Museum Kesehatan Dr Adhiyatma, MPH yang berada di Jl Indrapura ini awalnya adalah Rumah Sakit Kelamin Surabaya. RS-nya masih ada hanya sebagian gedung diubah menjadi Museum. Jam buka setiap hari dari jam 9 pagi sampai 3 sore kecuali tanggal merah tutup, tiketnya murah hanya Rp.1500 dan berhubung saya ke sini pas ada open house jadi gratisss😀

Bagian museum dibagi menjadi 3 sasana (bangunan). Saya baru pertama kali ke sana jadi enggak tau arahnya. Dari gerbang di sisi kanan ada parkiran, lha saya mulai dari ruangan situ. Saya melihat-lihat tulisan di tembok ternyata saya masuk di sasana III yang berisi benda-benda yang dipergunakan di dunia kesehatan Indonesia dari jaman dahulu (yang tradisional) sampai jaman sekarang. Suasananya sepi sekali dan (mungkin perasaan saya saja) agak dingin, kena AC kali yaa hahaha…

Bentuk sasana III ini memanjang lalu sedikit berbelok ke samping, semakin ke dalam suasana semakin hening ditambah pajangan boneka jailangkung dan nini towok yang menambah kesan seram.

Saya dan teman saya tidak ingin berlama-lama di sasana III. Kami berjalan menyusuri koridor lalu menemukan pintu sasana I. Sasana ini bersebelahan dengan sasana II jadi kayaknya jadi satu gitu. Di bagian depan ada patung seorang tokoh (siapa ya ? lupa) dan di sepanjanjang dinding banyak terdapat foto diantaranya foto para menteri kesehatan Indonesia. Intinya sasana ini berisi tentang IPTEK dalam bidang kesehatan.

Saya dan teman saya berjalan terpisah namun di sasana ini kami juga bertemu dengan beberapa anak sekolahan. Saya berjalan semakin ke dalam ke ruang alat-alat medis dari kurun waktu beberapa tahun yang lalu yang ukurannya besar-besar.

Oh iya sebenarnya saya ke sini karena penasaran dengan salah satu ruangan di museum ini yang pernah dijadikan lokasi uji nyali acara reality show. Ruangan itu dulunya bekas kamar mandi rumah sakit yang sudah tidak dipakai lagi.

Saya terus berjalan ke bagian dalam sasana, ada satu pintu ganda di sebelah kanan tulisannya gudang, mungkin di sini pikir sana namun pintu itu terkunci, memang katanya pintu dunia lain itu selalu terkunci tapi setelah saya amati sepertinya tidak ada tulisan pintu dunia lain seperti yang saya cari.

Pengunjung mulai bertambah beberapa pasangan. Saya masih berjalan sendirian memasuki koridor kiri yang berisi tanaman dan hewan yang diawetkan. Tidak terlalu banyak koleksinya karena memang sangat terbatas ruangannya.

Saya terus berjalan lalu menemukan sebuah lemari berisi sejenis tepung yang bertuliskan tepung dari tinja manusia. Katanya tepung tersebut dibuat untuk roti salah satu restoran (atau toko kue mungkin ya) di Jepang. Hueekk perut saya langsung mual.

Lelah berjalan-jalan saya dan teman saya memutuskan untuk shalat dhuhur dulu. Saya sebetulnya sangat menyayangkan kondisi mushollah dan toilet di museum kesehatan ini, kurang terawat dan kotor. Biasanya kan di RS bersih gitu ya…

Sehabis shalat dhuhur saya masih penasaran dan memutuskan kembali berjalan ke dalam sasana I & II mencari pintu dunia lain. Saat saya berjalan di koridor berisi hewan dan tanaman yang diawetkan ruangan tersebut sudah dipenuhi anak-anak SMP yang sedang darmawisata. Begitu berpapasan dengan rombongan itu, uugh !! bau ketek amit-amit saya dan teman saya nyaris muntah, sampil menutup hidung kami pun berjalan cepat-cepat menjauhi mereka.

Saat saya belok di koridor pendek penghubung ruangan I & II yang menghadap ke pintu gudang tadi saya berpapasan dengan sepasang muda-mudi, sekilas saya dengar si cowok bilang pintu dunia lain, saya reflek berhenti dan berbalik, teman saya enggak mau ikut-ikutan lalu ngelonyor duluan.

Saya menatap pintu ganda berwarna gading itu, si cowok masih di depan pintu namun si cewek enggan mengikuti. Di balik pintu ganda tersebut ada pintu ganda lagi berwarna kelabu yang memiliki kaca di bening di bagian atasnya jadi saya bisa sedikit melihat betapa suramnya di dalam ruangan itu (yakin pasti banyak setannya tuh), persis kayak di film-film horror.

Saya tarik gagang pintunya ternyata terkunci, anak kunci masih menggantung, lalu tiba-tiba si cowok memutar anak kuncinya, wih siapa yang nyuruh ??? gagang saya tarik dan pintu pun terbuka, dua orang kurang kerjaan melangkah ke dalam, kebetulan saya yang di depan. Ruangan itu sempit memanjang secara vertical (tau lah gimana bentuknya bagian depan kamar mandi). Saat saya menoleh ke kiri saya kaget banget, di pojok situ berdiri tengkorak seukuran manusia dewasa warna kuning kusam persis seperti tengkorak sungguhan (semoga itu cuma replica). Saya mundur ke pintu masuk hamper menabrak si cowok dan sekilas saya lihat di sisi kana nada peti berwarna coklat (enggak tau apaan).

Si cowok bertanya kenapa ? saya bilang ada tengkorak sambil lalu. Saya berjalan menyusul teman saya yang sudah berjalan di bagian foto-foto. Sepertinya hati saya belum lega, sedikit merinding memang tapi saya masih menoleh ke belakang. Entah dorongan apa saya pun kembali ke pintu itu lagi, setelah satu pasangan lain keluar dari pintu, saya masuk sendirian. Saya enggak mau menoleh ke kiri takut dipelototin tengkorak lagi. Saya menengok ke sisi kanan ternyata kotak coklat yang saya lihat sekilas tadi sebelum keluar adalah peti mati (ya ampuun ini museum apaan sih ???) saya langsung keluar dan menutup pintu itu. Baru beberapa langkah menjauh, saya mendengar suara pintu berkeriut lumayan keras, saya menoleh ke belakang ternyata pintu itu terbuka sendiri. Saya celingukan sendirian enggak ada orang sama sekali, tanpa pikir panjang saya langsung lari mencari teman saya.

Lunas sudah penasaran saya, dan saya tidak ingin kembali lagi. Takut ah !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s