SHT part III : keraton dan balai kota Surabaya

Aku memutuskan tidak pulang minggu ini, lagi malas pulang ke rumah, sayang teman-temanku sudah punya acara sendiri, akhirnya aku memutuskan jalan-jalan sendirian saja.

Aku sebenarnya masih bingung mau kemana tapi aku benar-benar sedang ingin menghabiskan waktu sendirian di luar, bukan di kos.

Jam menunjukkan pukul 14.08, aku keluar dari kantor, aku pikir aku akan ke Museum Kesehatan saja tapi aku ingat kalau weekend tutupnya pukul 14.00, lalu aku memutuskan ikut Surabaya Heritage Tour (SHT) lagi dari House of Sampoerna (HOS).

Aku hanya bisa ikut tour terakhir jam 15.00, jika melihat arloji sih waktunya masih lama, tapi aku harus tiba di HOS paling gak pukul 14.30 (prediksiku sendiri) untuk dapat kursi, dan sialnya aku harus mampir dulu ke pom bensih, ya Tuhan…waktunya tinggal sedikit, pom bensin juga masih harus ngantri.

Aku memacu motorku secepat-cepatnya, sedikit jengkel karena kalau weekend jalan Darmo sampai Tunjungan Plaza di Basuki Rahmat pasti padat.

Fhuh, aku tidak mau putus harapan, sambil terus menyetir aku berdo’a semoga enggak terlambat buat ikut tour dan dapat kursi.

Pukul 14.50 aku sampai di HOS, ternyata kuota sudah full, aku nyoba daftar untuk tour hari minggu ternyata enggak boleh, jadi harus on the spot. Petugas menawariku waiting list tapi aku terlanjur kecewa jadi kurang mendengarkan, aku keluar ruangan, aku harus kemana lagi ? aku sedang tidak ingin pulang ke kos. Saat aku sampai di halaman parkir, aku tiba-tiba ingat petugasnya tadi menawari waiting list, oh, apaan ya ??? aku pun langsung balik lagi ke ruangan itu, tanya waiting list apaan ??? lalu namaku dicatat di daftar witing list, jadi kalau ada peserta fix yang enggak datang maka aku bisa gantiin, aku pun menunggu dengan harap-harap cemas, celingak-celinguk sendirian sampil terus berdo’a semoga dapat kursi.

Aku sudah pernah ikut tour ini dua kali sebelumnya, tapi baru kali ini berangkat sendirian, ada beberapa orang di daftar waiting list, ketika nama mereka dipanggil, aku mulai ketar-ketir, tiba-tiba namaku dipanggil, aku langsung berdiri diikuti seorang perempuan di sampingku, dia protes karena dia yang daftar waiting list duluan, tapi kata petugas tiketnya tinggal satu. Si mbak sebenarnya pengen ikut tour, aku memandang pacarnya (hehehe) minta belas kasihan (wkwkwkwkwk modus), akhirnya si pacar mengikhlaskan tiket yang tinggal satu itu buat aku (yes, menang!), kan gak mungkin juga si cewek ikut tour tanpa si cowok, ya kan ???

Enggak sia-sia ngebut di jalan, aku masuk ke bus SHT dan duduk dengan nyaman di dekat pintu depan. Tour guide kami kali ini orangnya lucu banget, he’s not  handsome but  so friendly.

Rute tour kali ini adalah ke gang Kraton (jejak kraton Surabaya), lalu ke Balai kota dan berakhir di Cak Durasim.

Si guide tour ini enggak terlalu menerangkan banyak gedung di jalan Rajawali seperti tour guide sebelumnya, ngomongnya juga cepet dan terkesan selengekan khas anak muda, but it’s okay ! never mind.

DSCN1320
Gang keraton, tidak ada bangunan bersejarah yang tersisa hanya gapura kecil.

Bus SHT berjalan menuju daerah Kramat Gantung, tau kan ? itu lho yang deket pahlawan…yang banyak ruko2 berjejer, kalau mau beli kamera ke sini aja banyak tokonya hahahaha.

Bus berhenti lalu kami pun turun untuk masuk ke sebuah gang kecil, ini lah daerah yang dulunya merupakan lokasi keraton Surabaya. Enggak ada bangunan bersejarah yang ditinggalkan kecuali sebuah gerbang kecil yang tampak tua dan tidak terawat di mulut gang. Gang ini dinamai gang keraton karena memang dulunya adalah lokasi keraton tempat tinggal para Patih Surabaya.

DSCN1322
kawasan alun-alun contong.

 

Kami berjalan menuju selatan lalu berhenti di taman kecil di sebelah jembatan yang membentang di atas kali mas. Di seberang kali, dulunya adalah tempat-tempat untuk bekerja, makanya sekarang dinamai dengan nama sesuai tempat kerjanya, seperti Peneleh.

Tour guide menjelaskan dulu di sekitar jalan ini adalah sebuah alun-alun yang dinamai Alun-alun Contong, karena perubahan tata letak kota maka sekarang yang dapat kita saksikan hanyalah sebuah jalan.

Asal-usul dinamakan Kramat Gantung adalah karena dulunya di tempat ini adalah untuk menguhukum gantung orang-orang. Lalu ada jalan kepatian, sebenarnya bukan merujuk pada kraton tapi merujuk pada lokasi penggantungan ini, jadi kepatian itu dari pati yang dalam bahasa jawa artinya mati.

Kami melanjutkan perjalanan menuju Balai Kota. Ada beberapa marinir yang berjaga di luar gedung. Kami tidak terlalu banyak menjelajah di gedung Balai kota ini.

DSCN1332

 

Di lobi gedung sebelah kiri ada beberapa pigura yang menerangkan tentang balai kota, dari Arsiteknya, lambangnya, sampai sejarahnya.

DSCN1328

Kami lalu diajak ke bagian belakang gedung, ternyata di sana ada sebuah Bunker. Bungker ini memiliki 2 terowongan, yang satu mengarah ke Rumah Dinas Walikota di sebelah kiri halaman gedung Balai kota dan satunya mengarah ke GBK Maranata di depan halaman balai kota.

DSCN1329
sisi kanan lobi balai kota
DSCN1345
Balai Kota Surabaya
DSCN1325
Arsitek sebagian besar gedung di Surabaya era kolonial Belanda.

Di Surabaya sekarang hanya tersisa sekitar 5 Bunker yang berlokasi di Balai Kota, Polrestabes Surabaya, Balai Pemuda, RS Darmo, dan kator Gubernur di jalan Pahlawan.

Kami melanjutkan perjalanan ke rute terakhir di Gedung Kesenian Cak Durasim yang berlokasi di Genteng kali.

DSCN1347

 

DSCN1355
Pendopo yang biasa dipakai untuk latihan tari anak-anak.

Cak Durasim adalah salah satu tokoh kesenian yang sanggat terkenal di Surabaya, Beliau berasal dari Jombang lalu pindah ke Surabaya, Beliau mendirikan Sanggar Budaya Ludruk, pertunjukan yang diciptakan Cak Durasim sering berisi kritikan-kritikan pedas terhadap pemerintah,  akhirnya Beliau ditangkap dan dipenjara hingga meninggal dunia. Sebagai penghormatan terhadap Cak Durasim, maka dibangunlah Gedung ini.

Saatnya kembali ke HOS, kami melewati sebuah jalan bernama Jln. Praban, di antara deretan toko ternyata ada 1 gerbang mungil tempat makam Joko Jumput. Joko Jumput inilah yang dulu babat alas Surabaya, namun kita tidak mampir ke situ.

Nah, selesai sudah tour hari ini. Sangat terhibur namun ternyata aku masih belum ingin pulang L

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s