MUKENAKU

Akhir-akhir ini banyak banget teman yang mencoba bisnis olshop dan salah satu barang yang ditawarkan adalah mukena. Kalau dulu mukena warnanya hanya putih lalu berkembang jadi ada bordir benang warna warna, dan sekarang yang warna putih udah jarang, berganti warna warni mencolok seperti pelangi.

Saat teman-teman menawari saya hanya tersenyum dan menolak dengan halus, bagus sih dan harganya pun tidak mahal tapi saya memang tidak ada niatan beli mukena untuk saat ini.

Bukan karena tidak ada alasan saya belum membeli mukena baru, saya beli baju baru beberapa kali tapi belum juga beli mukena baru bukan berarti saya malas.

Sudah beberapa tahun ini (entah mungkin sekitar 5 tahun lebih) saya belum membeli mukena baru, kenapa begitu ??? hehehe ya…karena :

  • Mukena yang saya miliki ada 6 dan semuanya masih dalam keadaan baik dan layak pakai
  • Saya menunggu pemberian dari calon suami saat akad nikah

Alasan pertama adalah alasan yang sangat klise, namun yang kedua adalah alasan yang sangat berarti buat saya. Menunggu mahar dari calon suami.

rangkai-mahar-seserahan-bagus-cantik-yogyakarta-16_zps47b4ccca

Mukena, Pernikahan, Ibadah

Mukena adalah pakaian yang dipakai muslimah saat menjalankan ibadah shalat, dan shalat adalah ibadah yang utama, yang dihisab pertama kali.

Pernikahan adalah satu moment sakral dalam hidup. Moment akhir dari sebuah pencarian dan penantian. Moment awal baru dari kelanjutan fase kehidupan seseorang, ibaratnya anak manusia yang dulunya mengarungi lautan kini telah berlabuh dan akan bersiap menjelajah daratan yang baru dengan segala bentuk tantangan yang baru pula.

Mukena dalam mahar suatu pernikahan sangat berarti bagi saya. Seorang laki-laki memberi saya pakaian untuk beribadah, untuk menjalankan perintah Allah yang mulia, dan Laki-laki itulah yang akan menjadi imam saya, pembimbing saya. Ketika laki-laki tersebut memberikan mukena itu pada saya seolah ada pesan terselubung “mari kita beribadah dan memohon ridha Allah agar diperkenankan memasuki jannah-Nya bersama-sama”.

Mukena itu menjadi symbol yang mewakili dari nilai ibadah dalam suatu pernikahan. Dan seorang perempuan seharusnya merasa bahagia menerimanya.

—————————————————

Waktu masih SMA saya pernah membaca salah satu novel berjudul “Diorama Sepasang Albana”, nah di situ diceritakan ada 2 orang; laki-laki dan perempuan yang akhirnya ditakdirkan berjodoh. Dua-duanya adalah Arsitek namun memiliki latar belakang social yang berbeda. Si perempuan hanya gadis biasa dan dia memiliki HP yg jadul. Waktu si laki-laki bertanya kenapa dia tidak membeli HP yang baru toh dia juga punya penghasilan yang cukup, namun si perempuan menjawab kalau dia menunggu pemberian dari calon suaminya (kayaknya dia jawabnya ngasal deh waktu itu). Akhirnya mereka menikah dan salah satu maharnya adalah HP baru…hehehe.

Saya sebenarnya tidak meniru cerita dalam novel tersebut, saya memiliki pemikiran tentang mukena ini jauh sebelum teringat tentang cerita di novel itu. Pemikiran itu tercetus ketika saya sedang mencuci mukena yang paling bagus yang saya miliki untuk persiapan shalat Idul Fithri.

Yah, semoga Allah mendengar do’a-do’a kita dan mengijabahnya. Semoga kita selalu dapat istiqomah di jalan-Nya.  :)

 

11 Ramadhan 1437 H………..

madame

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s