Dilema Naik Angkutan Umum

Kapan hari lihat postingan teman di FB kayaknya dia lagi naik Bus tapi bagian dalamnya kayak monorail, kursi deret horizontal sisi kanan-kiri trus di tengah atap Bus banyak gelantungannya.

Teman kos juga cerita klu Bus Damri sekarang baru, ada gelantungannya dan deret kursinya juga berubah.

Oalah mungkin Bus Damri yang arah ke dalam kota. Bus Damri yang jurusan JMP, yang biasanya teman2 sebut Bus Kotak, yang kursinya dari plastic bukan sofa spon emang jelek banget kondisinya. Dan setau saya (sekilas lihat aja sih) Bus P6 jurusan Bungurasih-Wilangun masih sama kayak dulu enggak berubah.

Ya baguslah ada perbaikan sarana transportasi umum, jika diamati kayaknya bisa muat penumpang lebih banyak, tapi semua pasti ada plus-minus-nya.

Jujur saya tambah muales naik angkutan model begituan, lebih riskan. Pengalaman sering naik Angkutan Umum sebelumnya udah bikin buete akhirnya saya milih nyetir sendiri saja, pake motor maksudnya hehehe

Kenapa saya enggak terlalu suka naik angkutan dengan model seperti itu ?

  • Pasti deh itu kondektur2 tambah kemaruk, penumpang uda full masih aja diblesek2in dimuat2in, kan kasihan klu ada yang bawa anak kecil trus kegencet.
  • Copet lebih leluasa beraksi klu dusel2an.
  • Yang paling saya benci, akan lebih banyak yang nyari2 kesempatan buat ndusel atau mepet2 ke mbak2.
  • Yang paling horror, Bus melaju trus tiba2 sopir ngerem, orang2 yang berdiri pada nyusruk, enggak kebayang kan saling nyium ketek satu sama lain hiiyyyy, dan bisa juga yang lepas pegangan jadi meluk orang…ampun dehh.
  • Yang jelas capek berdiri terus2an enggak dapat tempat duduk.

Mungkin model deret kursi Bus yang lama dipertahakan saja gapapa tapi diperbaiki fisiknya. Banyak tuh sofa2 Bus yang rusak dibiarin aja, malah ada yang anjlok. Bagian atap dan samping (dalam) Bus juga memprihatinkan, saya pernah naik Bus atapnya bocor.

Sekian lama naik Bus umum, pengalaman paling menyenangkan itu pas naik Bus Khusus Wanita. Jadi ceritanya waktu itu sekitar pukul 20.00 WIB saya mau balik ke kosan dari rumah Budhe di Perak Barat. Lama saya nunggu Bus Damri non-AC enggak nongol2. Akhirnya saya lihat ada Bus Damri AC yang nongol, begitu pintu terbuka saya langsung masuk ke dalam. Saya lihat penumpangnya Wanita semua, oh Alhamdulillah deh, dan ternyata Kondekturnya juga Wanita. Saya baru ngeh waktu baca tulisan di depan “Bus Khusus Wanita”. Tarif Bus selisih sedikit dengan Bus Damri AC biasanya, gapapa lah yang penting duduk dengan nyaman tanpa khawatir atau bête gegara duduk sama Kaum Adam yang kadang suka nyari2 kesempatan. Busnya juga comfortable buanget karena full AC, harum, dan disetelin music juga. Kita berasa di mobil pribadi hehehehe.

Lama saya sudah tidak menjumpai Bus Khusus Wanita itu tadi. Apa hanya beroperasi di jam2 tertentu ??? Apa sudah tidak beroperasih malah ??? Apa saya aja yang enggak tau ???…yaaah sayang donk klu udah enggak ada, itu kan good idea banget, solusi buat para Wanita yang ingin naik Angkutan Umum dengan lebih nyaman.

Selintas saya sempat mikir, bagaimana jika itu tempat duduk di Bus dipisah antara Pria dan Wanita. Sisi kiri Wanita lalu sisi kanan Pria atau sebaliknya, jadi enggak bercampur. Yang naik bersama pasangan ya sementara duduk terpisah dulu deh gapapa kan masih satu Bus. Tapi klu dipikir2 lagi agak susah juga klu bawa Manula, duduk pisah nanti klu butuh apa2 masa’ manggil2 dulu, sungkan donk. Hah repot ! ya sudah lupakan ide pemisahan tempat duduk.

Fhuh…! saya selalu membayangkan indahnya Negeri kita klu tanpa kemacetan. Coba lihat di film2 luar orang2 berangkat kerja naik Kereta, anak2 ke sekolah naik Bus. Semuanya tertib dan teratur. Memang sarana kita masih belum mencukupi, dengan adanya perbaikan infrastuktur yang ada semoga dapat membangkitkan animo masyarakat untuk beralih menggunakan Angkutan Umum daripada kendaraan pribadi. Anak-anak yang berangkat sekolah saya pikir sebaiknya tidak dimanjakan dengan membawa motor sendiri. Jujur ya banyak tuh anak2 sekolah yang nyetirnya ngawur, namanya juga ABG ya sok2 ngebut gitu padahal belum juga punya SIM. Bonceng-boncengan kadang juga ada yang malah ngelayap enggak sekolah.

Anyway, semoga kedepannya sarana-prasarana umum bisa ditingkankan lagi. Melihat semakin tingginya angka pelecehan terhadap Wanita akhir2 ini, mungkin kita perlu lebih protektif lagi. Saya tidak menyudutkan Kaum Adam, hanya saja saya memiliki beberapa pengalaman yang tidak menyenangkan selama naik Angkutan Umum. Perbaikan tentunya diharapkan dapat menciptakan keadaan yang lebih baik, dan semua tidak bisa terwujud jika tidak didukung banyak pihak kan. Mari jadikan perhatian bersama.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s